Briopini.com- Di tengah kesibukan menjalankan amanah sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido kembali menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang kepekaan melihat kesulitan masyarakat dan keberanian untuk hadir secara langsung.
Reny Lamadjido datang ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk menjenguk sekaligus membantu pembayaran biaya pengobatan pasien asal Desa Korompeli, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, yang sebelumnya mengalami kesulitan karena harus menanggung biaya sekitar Rp42 juta.
Kehadiran dan kepeduliannya tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Di saat banyak orang hanya mengetahui sebuah persoalan melalui pemberitaan, Reny memilih untuk datang, melihat langsung kondisi pasien, dan mengambil bagian dalam membantu meringankan beban keluarga.
Sikap tersebut terasa semakin kuat karena Reny Lamadjido bukanlah sosok yang asing dengan dunia kesehatan. Ia adalah seorang dokter yang telah puluhan tahun berkecimpung dalam pelayanan kesehatan dan pemerintahan.
Pengalamannya sebagai dokter, kepala puskesmas, direktur rumah sakit hingga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah membuatnya memahami betul bahwa di balik setiap angka dan laporan kesehatan, ada manusia yang membutuhkan pertolongan.
Tak heran jika Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyebut Reny sebagai “Gubernur Kesehatan” di Sulawesi Tengah.
Sebutan itu bukan sekadar menggambarkan latar belakang profesinya, tetapi juga menggambarkan perhatian dan pengalamannya dalam membangun pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Reny A. Lamadjido lahir di Makassar pada 17 Desember 1962. Ia merupakan putri mantan Gubernur Sulawesi Tengah Abdul Azis Lamadjido yang memimpin Sulawesi Tengah selama dua periode, 1986–1996.
Ia menyelesaikan pendidikan S1 Kedokteran di Universitas Hasanuddin pada 1989, kemudian melanjutkan pendidikan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan meraih gelar Sp.PK pada 2001. Pada 2013, ia kembali meraih gelar S2 Kesehatan di Universitas Hasanuddin dengan fokus Administrasi Kebijakan Kesehatan.
Jejak pengabdiannya di bidang kesehatan juga panjang, mulai dari dokter umum, kepala puskesmas, Kepala Bidang Pelayanan Medik, Direktur RSUD Anutapura, Direktur RSUD Undata Palu hingga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.
Ia kemudian terjun ke dunia politik dan dipercaya menjadi Wakil Wali Kota Palu periode 2021–2024 mendampingi Hadianto Rasyid. Setelah itu ia bertarung di Pilgub Sulteng 2024 mendampingi Anwar Hafid.
Dalam perjalanan pengabdiannya, perhatian terhadap pelayanan kesehatan tetap menjadi salah satu bagian penting dari kiprahnya.
Apa yang dilakukan Reny di RS Wahidin menjadi pengingat bahwa seorang pemimpin sejatinya tidak boleh kehilangan empati. Dokter Reny adalah sosok yang merawat kemanusiaan itu terus tumbuh.
Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan pemimpin yang mampu membuat kebijakan, dan pandai berkata-kata, tetapi juga pemimpin yang mau hadir ketika rakyat sedang berada dalam kesulitan.
Reny Lamadjido menunjukkan bahwa latar belakang seorang dokter bukan hanya tentang ilmu mengobati, tetapi juga tentang hati yang terlatih untuk peduli.
Jabatan boleh tinggi, tetapi ketika seorang pemimpin tetap mau turun melihat penderitaan masyarakat dan membantu meringankan beban mereka, di situlah nilai kemanusiaan dalam kepemimpinan benar-benar terlihat.




