PALU – Ketidakpastian pencairan Beasiswa Morut Cerdas mulai memicu keresahan di kalangan mahasiswa asal Kabupaten Morowali Utara. Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan bantuan pendidikan tersebut akan dicairkan, sementara tenggat pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) di sejumlah perguruan tinggi semakin dekat.
Di Universitas Tadulako (Untad), misalnya, batas akhir pembayaran UKT telah dijadwalkan pada 3 Agustus. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa ribuan mahasiswa Morowali Utara terancam tidak dapat melakukan registrasi semester dan berpotensi menjalani cuti akademik secara otomatis apabila pembayaran UKT tidak dapat dipenuhi tepat waktu.
Pemerintah Kabupaten Morowali Utara sebelumnya menyampaikan bahwa belum cairnya Beasiswa Morut Cerdas dipengaruhi oleh kebijakan efisiensi anggaran serta berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
Namun, alasan tersebut dinilai tidak boleh mengorbankan keberlangsungan pendidikan mahasiswa.
Kepala Divisi Advokasi PPMMU Palu, Sutan Rasya Reksadimedjo, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar masyarakat yang wajib diprioritaskan oleh pemerintah.
“Program Morut Cerdas adalah program unggulan pemerintah daerah. Sejak awal program ini diluncurkan, pemerintah seharusnya telah memperhitungkan berbagai dinamika, termasuk kemungkinan perubahan kondisi fiskal. Jangan sampai mahasiswa yang menjadi korban karena tidak adanya kepastian pencairan beasiswa,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa Pasal 31 ayat (4) UUD 1945 menegaskan negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN maupun APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.
PPMMU Palu mendesak Pemerintah Kabupaten Morowali Utara segera memberikan kepastian kepada ribuan mahasiswa penerima Beasiswa Morut Cerdas.
Menurutnya, yang paling dibutuhkan saat ini bukan sekadar penjelasan mengenai kondisi keuangan daerah, melainkan kepastian agar mahasiswa tidak kehilangan haknya untuk melanjutkan pendidikan.
“Jangan sampai program yang lahir dengan semangat mencerdaskan generasi Morowali Utara justru membuat mahasiswa terancam cuti karena keterlambatan pencairan beasiswa,” tutup Sutan.
Penanggung jawab beasiswa Cerdas di Kabupaten Morowali Utara, Bahardin Sakaria sendiri mengatakan telah mengajukan nama-nama penerima.
“Kalau untuk yang semester satu ini kita sudah ajukan di hukum untuk SK nama-nama penerima..Kalau untuk kesiapan uangnya yang tau di keuangan,”ujarnya
Kondisi keuangan dikabupaten Morowali Utara saat ini sedang kesulitan. TPP ASN saja sudah 4 bulan tidak dibayarkan.




