Kisah Aipda Syamsudin, Polisi Humanis yang Bangun Sekolah Gratis untuk Anak Kurang Mampu di NTT

Briopini.com — Di balik ketegasan seragam cokelatnya, tersimpan kisah inspiratif tentang ketulusan dan pengabdian. Sosok itu adalah Aipda Syamsudin, anggota Polres Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tidak hanya menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian, tetapi juga memiliki kepedulian besar terhadap dunia pendidikan.

Polisi kelahiran Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), tersebut kini bertugas di Bagian Operasional (Bag Ops) Polres Manggarai. Di tengah keterbatasan, Syamsudin meyakini bahwa pendidikan merupakan salah satu kunci penting untuk mengubah masa depan anak-anak, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Keyakinan itu kemudian diwujudkannya melalui sebuah langkah nyata. Pada 2019, dengan penghasilan yang pas-pasan, Syamsudin memberanikan diri mengambil kredit bank bersama sang istri, Rini Mulyasari, S.Kom. Dari upaya tersebut, mereka berhasil membangun RA/TK Deen Assalam di Cuncalawar, Kecamatan Langke Rembong.

Tidak berhenti di tingkat taman kanak-kanak, pada 2021 Syamsudin kembali mengambil kredit untuk mendirikan SD/MI Deen Assalam. Kini, sekolah tersebut telah menampung sekitar 95 siswa, mulai dari jenjang TK hingga SD.

Program utama yang dijalankan adalah memberikan pendidikan secara gratis bagi anak yatim piatu serta siswa dari keluarga kurang mampu. Madrasah Deen Assalam juga telah mengantongi izin operasional resmi dari Kementerian Agama.

Bagi Syamsudin, sekolah tersebut bukan sekadar tempat belajar. Madrasah Deen Assalam menjadi bentuk nyata kepeduliannya terhadap masa depan generasi bangsa.

“Di tengah keterbatasan, masih ada insan Bhayangkara yang menjadikan pengabdian sebagai jalan menuju keberkahan. Untuk menjadi humanis dan baik tidak mesti karena kedudukan, menjadi baik dan jujur adalah niat yang tulus yang diwujudkan kerja nyata.”

Dedikasinya selama 21 tahun mengabdi di institusi Polri juga membuahkan sejumlah penghargaan. Syamsudin diketahui menerima Piagam Penghargaan dari Kapolda NTT dan Kapolres Manggarai.

Kisah pengabdiannya bahkan mengantarkan Aipda Syamsudin menjadi salah satu nominasi Hoegeng Awards 2024, sebuah penghargaan bagi polisi-polisi teladan di Indonesia.

Selain mengelola sekolah, Syamsudin juga aktif menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mendukung pondok pesantren serta membantu masyarakat kurang mampu di lingkungan tempat tinggalnya.

Kisah Aipda Syamsudin menjadi gambaran bahwa pengabdian seorang polisi tidak selalu berhenti pada tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Di tengah keterbatasan, kepedulian dan kerja nyata justru mampu membuka jalan bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.

Semangat “Polisi Humanis, Harapan Masyarakat” tercermin dari langkah Syamsudin yang memilih berbagi, mendidik, dan hadir untuk masyarakat melalui tindakan nyata.

Pos terkait