MOROWALI UTARA — Reses anggota DPRD biasanya identik dengan beragam usulan masyarakat yang disampaikan untuk diperjuangkan melalui kebijakan dan anggaran pemerintah.
Namun, suasana berbeda terlihat dalam reses Ketua DPRD Morowali Utara, Warda Dg Mamala, SE, di Desa Towara Pantai dan Desa Ungkea, Kecamatan Petasia Timur, Rabu (2/9/2026).
Selain menyampaikan berbagai kebutuhan desa, masyarakat juga mengungkapkan rasa syukur atas perhatian dan bantuan pribadi yang diberikan Warda Dg Mamala kepada warga.
Dalam pertemuan tersebut, kepala desa, perangkat desa serta kelompok ibu-ibu menyampaikan sejumlah aspirasi dan kebutuhan masyarakat, termasuk dukungan terhadap kegiatan Wanita Islam Alkhairaat (WIA) di masing-masing desa. Warda Dg Mamala juga mengatakan sumbangan ini diberikan karna sebagai wakil rakyat, dirinya tidak bisa banyak berjanji, dengan kondisi keuangan saat ini.
Di Desa Towara Pantai, Warda Dg Mamala memberikan bantuan pribadi sebesar Rp50 juta untuk melanjutkan pembangunan masjid. Ia juga menyerahkan bantuan Rp10 juta untuk kegiatan WIA Desa Towara Pantai.
“Bismillahirohmanirohim, semoga Bermanfaat bagi orang banyak yah ibu,”ujar Warda Dg Mamala saat serahkan bantuan langsung
Sementara di Desa Ungkea, bantuan pribadi kembali diberikan sebesar Rp50 juta untuk pembangunan jembatan menuju Masjid Desa Towara Pantai. Selain itu, Warda juga memberikan Rp10 juta untuk kegiatan WIA Desa Ungkea.
Dengan demikian, dalam kunjungan reses di dua desa tersebut, total dana yang dikeluarkan dari kantong pribadi Warda Dg Mamala mencapai Rp120 juta.
Bantuan tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat. Di tengah penyampaian berbagai aspirasi, warga tidak hanya berharap agar kebutuhan desa dapat diperjuangkan melalui lembaga legislatif, tetapi juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian langsung yang diberikan Ketua DPRD Morut tersebut.
Reses pun tidak sekadar menjadi ruang untuk menampung aspirasi, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat yang diwakilinya.
Bagi warga, perhatian seperti ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan, infrastruktur desa dan kegiatan pemberdayaan perempuan.




