MOROWALI UTARA — Keberadaan dan penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang nilainya disebut mencapai miliaran rupiah di Desa Ganda-ganda, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, kini mulai menjadi sorotan masyarakat.
Besarnya dana CSR yang diterima desa semestinya dapat menjadi salah satu kekuatan untuk mendukung pembangunan serta meningkatkan kemandirian masyarakat. Terlebih, di tengah kondisi fiskal daerah yang belakangan menghadapi berbagai tekanan dan keterbatasan anggaran pembangunan.
Namun, kondisi sejumlah fasilitas publik di Desa Ganda-ganda justru memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Salah satunya kondisi plafon SDN di Desa Ganda-ganda yang dilaporkan mengalami kebocoran dan membutuhkan perhatian. Kondisi tersebut dinilai cukup memprihatinkan karena menyangkut kenyamanan dan keselamatan anak-anak saat mengikuti proses belajar mengajar.
Warga mempertanyakan mengapa perbaikan fasilitas sekolah tersebut masih harus mengandalkan anggaran APBD Pemerintah Kabupaten Morowali Utara, sementara di desa tersebut terdapat dana CSR yang disebut mencapai miliaran rupiah.
“Harusnya bisa pakai dana CSR karena kasihan anak-anak sekolah,” ujar salah satu orang tua murid, Kamis (3/9/2026).
Sorotan terhadap pengelolaan dana CSR ini bahkan telah dibawa warga ke ranah hukum. Warga disebut telah dua kali melaporkan persoalan tersebut kepada Kejaksaan Negeri Morowali Utara, dengan harapan penggunaan dan pengelolaan anggaran CSR di Desa Ganda-ganda dapat ditelusuri secara transparan.
Laporan tersebut menjadi bentuk keresahan warga yang menginginkan kejelasan mengenai berapa besar dana CSR yang diterima, untuk program apa saja dana tersebut digunakan, serta bagaimana pertanggungjawaban atas penggunaannya.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut secara objektif apabila terdapat dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana CSR tersebut.
Di sisi lain, transparansi pengelolaan dana CSR dinilai penting agar program yang seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat benar-benar dirasakan warga, termasuk dalam mendukung fasilitas pendidikan di desa.
Pertanyaan warga kini sederhana: jika dana CSR memang tersedia dalam jumlah besar, ke mana dan untuk apa dana tersebut digunakan?




