MORUT- Dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan di Morowali Utara (Morut) yang dikelola melalui kepengurusan CSR desa Ganda-ganda kecamatan Petasia, kini kembali menjadi sorotan warga.
Sejumlah dugaan penyimpangan pengelolaan dana CSR mulai disampaikan masyarakat. Salah satu yang menjadi pertanyaan adalah tidak transparannya laporan pertanggungjawaban (LPJ) atas penggunaan dana yang disebut-sebut nilainya mencapai miliaran rupiah.
Bahkan, muncul pertanyaan lebih serius: apakah terdapat dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di balik pengelolaan dana CSR tersebut?
Pertanyaan itu mencuat setelah warga menyoroti adanya dugaan peningkatan jumlah harta dan kepemilikan kendaraan, yang dinilai meningkat secara drastis dan tidak wajar dibandingkan sebelumnya.
“Kepemilikan kendaraan yang meningkat secara drastis tentu jadi tanda tanya. Apalagi selama ini tidak pernah ada LPJ anggaran yang masuk. Bahkan ketika kita minta, tidak dikasih tunjuk,” ujar salah satu warga, Kamis (3/9).
Sumber media ini menyebutkan, dana CSR dari sejumlah perusahaan yang masuk dan dikelola dalam satu tahun diperkirakan mencapai Rp3 miliar hingga Rp5 miliar.
Besarnya nilai dana tersebut tentu menimbulkan pertanyaan publik. Ke mana dana tersebut dialokasikan? Siapa saja yang menerima manfaat? Dan apakah seluruh penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun hukum?
Jika benar terdapat peningkatan harta yang tidak sebanding dengan sumber penghasilan yang sah, apakah kondisi tersebut berkaitan dengan pengelolaan dana CSR? Atau justru terdapat penjelasan lain yang dapat dibuktikan secara terbuka?
Pertanyaan mengenai dugaan TPPU tentu membutuhkan pembuktian. Karena itu, transparansi rekening, aliran dana, aset, serta laporan pertanggungjawaban menjadi penting untuk menjawab berbagai kecurigaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Publik kini menunggu, apakah pengelolaan dana CSR tersebut dapat dibuka secara transparan atau justru akan menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk menelusuri dugaan penyimpangan hingga kemungkinan adanya TPPU?




