Planet ‘Bayi’ Ditemukan, Usianya Belum 1 Juta Tahun dan Jadi yang Termuda

Elias 2-24, planet termuda di sistem tata surya kita. (Foto: NASA)
Elias 2-24, planet termuda di sistem tata surya kita. (Foto: NASA)

WASHINGTON, DC, BRIOPINI.COM – Astronom menemukan sebuah planet yang usianya diperkirakan belum mencapai 1 juta tahun. Planet yang diberi nama Elias 2-24 b itu kini tercatat sebagai planet termuda yang diketahui manusia.

Penemuan tersebut dikonfirmasi melalui analisis data arsip pengamatan teleskop. Elias 2-24 b masih berada di dalam cakram gas dan debu yang mengelilingi bintang induknya, tempat planet tersebut terbentuk.

Planet ini mengorbit sebuah bintang bernama Elias 2-24 yang berjarak sekitar 450 tahun cahaya dari Bumi. Ukurannya diperkirakan kurang lebih sebesar Jupiter.

Para peneliti mengatakan Elias 2-24 b memberikan kesempatan langka untuk mengamati proses pembentukan planet secara langsung.

Ditemukan di Celah Cakram Debu

Elias 2-24 b ditemukan melalui pengamatan terhadap cakram debu dan gas yang mengelilingi bintang induknya. Cakram tersebut memiliki sejumlah celah dan struktur yang menjadi petunjuk adanya planet yang sedang terbentuk.

Tim peneliti yang dipimpin Andrea Bernardi dari Universidad Diego Portales, Chile, memanfaatkan data arsip dari W. M. Keck Observatory di Hawaii. Data tersebut berasal dari pengamatan pada 2018 dan 2020.

Para astronom kemudian menggabungkan pengamatan tersebut untuk melihat pergerakan objek dari waktu ke waktu.

Hasilnya menunjukkan objek tersebut bergerak seperti sebuah planet, bukan sekadar gangguan pada citra teleskop atau bintang latar belakang.

Menariknya, keberadaan objek ini sebenarnya sudah menjadi teka-teki bagi astronom selama sekitar satu dekade.

Pengamatan sebelumnya menggunakan teleskop ALMA di Chile menemukan adanya celah pada cakram debu Elias 2-24. Kemudian, Very Large Telescope milik European Southern Observatory mendeteksi titik cahaya samar di lokasi tersebut.

Namun, keberadaan planet itu sempat dipertanyakan karena menurut model pembentukan planet yang ada, planet raksasa seukuran Jupiter membutuhkan waktu sekitar 5 juta tahun untuk terbentuk pada jarak seperti Jupiter dari Matahari.

Elias 2-24 b justru diperkirakan berusia kurang dari 1 juta tahun.

Jaraknya 55 Kali Bumi-Matahari

Elias 2-24 b juga berada sangat jauh dari bintang induknya. Jaraknya sekitar 55 kali jarak Bumi ke Matahari.

Kondisi ini membuat penemuan tersebut menarik bagi para ilmuwan karena planet raksasa itu tampaknya sudah terbentuk atau sedang mengalami proses pertumbuhan ketika sistem bintangnya masih sangat muda.

Menurut para peneliti, temuan ini menjadi tantangan bagi model pembentukan planet yang selama ini digunakan. Proses pembentukan planet raksasa ternyata mungkin berlangsung dengan cara yang belum sepenuhnya dipahami.

“Model pembentukan planet kita masih kehilangan beberapa proses penting,” kata Lucas Cieza, profesor di Instituto de Estudios Astrofísicos, Chile, sekaligus salah satu penulis penelitian.

Penelitian mengenai Elias 2-24 b telah diterbitkan dalam The Astrophysical Journal Letters.

Bakal Lebih Banyak Ditemukan

Para astronom berharap penemuan planet bayi seperti Elias 2-24 b bisa membantu mengungkap bagaimana planet terbentuk pada tahap paling awal.

Selama ini, sebagian besar dari sekitar 6.000 eksoplanet yang telah dikonfirmasi berusia miliaran tahun. Planet-planet yang masih sangat muda sulit diamati karena tertutup debu dan gas di sekitar bintang induknya.

Situasi tersebut berpotensi berubah dengan hadirnya teleskop generasi baru, termasuk Nancy Grace Roman Space Telescope milik NASA.

Teleskop Roman dilengkapi coronagraph yang lebih canggih sehingga diharapkan mampu mendeteksi planet-planet yang sangat redup dan berada dekat dengan bintang induknya.

Para peneliti menilai pengamatan terhadap planet-planet bayi akan membantu ilmuwan memahami bagaimana sistem planet, termasuk tata surya kita, terbentuk miliaran tahun lalu. (NASA Science)

Pos terkait