Opini: Ketika “Ayam Sakit” Dipelihara Menjadi Pejabat
Ada pepatah lama, ayam yang sakit seharusnya diobati atau dipisahkan dari kandang agar tidak menular. Tapi di negeri yang penuh kejutan, ayam sakit justru dipelihara, diberi makan terbaik, lalu diangkat menjaga lumbung.
Aneh memang. Rekam jejak sering kali kalah oleh kedekatan. Integritas tak lagi menjadi syarat utama, sebab yang lebih penting adalah siapa yang membawa masuk ke kandang kekuasaan.
Padahal jabatan bukan tempat mencuci masa lalu. Jabatan adalah amanah yang menuntut kepercayaan. Ketika seseorang yang masih dibayangi berbagai persoalan justru diberi posisi strategis, publik tentu bertanya, apakah yang dinilai kemampuannya, atau sekadar kesetiaannya?
Yang paling dirugikan bukan hanya lembaga, melainkan kepercayaan masyarakat. Sebab kepercayaan dibangun bertahun-tahun, tetapi bisa runtuh hanya karena satu keputusan yang keliru.
Jika ayam yang sehat dibiarkan di luar kandang, sementara ayam yang sakit dipilih menjadi penjaga, jangan heran bila suatu hari seluruh isi lumbung ikut dipertanyakan.
Sebab dalam pemerintahan, yang dibutuhkan bukan ayam yang pandai berkokok, melainkan mereka yang mampu menjaga amanah tanpa meninggalkan jejak persoalan di belakangnya.





