MOROWALI- Tewasnya seorang pria yang diduga melakukan pencurian sepeda motor di Morowali, akibat dikeroyok massa menjadi tamparan keras bagi penegakan hukum di negeri ini.
Apa pun dugaan kesalahannya, tidak ada seorang pun yang berhak menjatuhkan hukuman di luar proses hukum.
Fenomena pengadilan jalanan menunjukkan masih adanya krisis kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum.
Sebagian warga merasa hukum belum menghadirkan rasa keadilan. Muncul anggapan bahwa pelaku kejahatan kecil cepat dihukum, sementara dalam berbagai kasus korupsi, masyarakat kerap melihat para tersangka masih bisa tersenyum saat digiring ke tahanan.
Persepsi seperti ini memicu kemarahan dan mendorong sebagian orang memilih menghakimi sendiri.
Namun, pengadilan jalanan bukanlah solusi. Ketika massa mengambil alih peran hukum, yang lahir bukan keadilan, melainkan tindak pidana baru. Hari ini korbannya adalah orang yang diduga mencuri, besok bisa saja orang yang tidak bersalah menjadi sasaran amuk massa.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi aparat penegak hukum untuk membangun kembali kepercayaan publik melalui penegakan hukum yang adil, tegas, dan tidak pandang bulu. Sebab ketika kepercayaan kepada hukum hilang, yang mengambil alih adalah amarah massa.




