Teror Lewat Telepon, Warga Asal Morut Mengaku Diancam Akan Diculik dan Dimutilasi

Ket foto: Illustrasi teror (IST)

PALU – Seorang warga asal Kabupaten Morowali Utara (Morut) berinisial IS mengaku menerima ancaman pembunuhan melalui sambungan telepon dari seorang pria tak dikenal.

Menurut pengakuan IS, ancaman tersebut diterimanya pada 27 Februari 2026 sekitar pukul 12.00 WITA, saat dirinya berada di kediamannya di Jalan Maleo, Kota Palu.

IS mengatakan, saat ini dirinya sedang mengurusi sejumlah persoalan hukum yang telah dilaporkan ke Polda Sulawesi Tengah, mulai dari sengketa lahan hingga persoalan bisnis yang berkaitan dengan perjanjian kerja sama.

Dalam rekaman suara yang diklaim dimiliki korban, terdengar seorang pria melontarkan ancaman akan menculik dan memutilasi dirinya.

“Perlu kami jemput ibu pakai pick up, tau-tau nanti ibu mengambang di sungai nanti, mau? Kami culik ibu, kalau ibu kami potong-potong kecil-kecil,” demikian isi ancaman dalam rekaman yang diterima korban.

IS juga mengaku, setelah menerima ancaman tersebut, ia melihat sejumlah mobil bolak-balik di sekitar rumahnya sehingga membuat dirinya merasa terintimidasi.

Meski demikian, IS mengaku belum melaporkan ancaman tersebut kepada pihak kepolisian karena masih fokus mengurus persoalan lahan yang sedang dihadapinya. Ia menyebut dalam waktu dekat akan membuat laporan resmi agar peristiwa tersebut dapat diusut.

“Ia pak saya mau ke Polda,”ujarnya (28/7).

Pos terkait