𝐑𝐚𝐭𝐮𝐬𝐚𝐧 𝐖𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐋𝐚𝐛𝐨𝐭𝐚 𝐆𝐞𝐥𝐚𝐫 𝐀𝐤𝐬𝐢, 𝐃𝐞𝐬𝐚𝐤 𝐏𝐓 𝐈𝐌𝐈𝐏 𝐇𝐞𝐧𝐭𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐨𝐥𝐮𝐬𝐢 𝐁𝐚𝐭𝐮 𝐁𝐚𝐫𝐚

MOROWALI — Ketegangan antara warga Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kembali memanas. Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Labota Melawan (ALAM) menggelar aksi demonstrasi pada Rabu (12/8/2026).

𝐀𝐤𝐬𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐥𝐚𝐧𝐠𝐬𝐮𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐃𝐞𝐬𝐚 𝐋𝐚𝐛𝐨𝐭𝐚, 𝐤𝐚𝐰𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐢𝐧𝐝𝐮𝐬𝐭𝐫𝐢 𝐈𝐌𝐈𝐏, 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐰𝐚 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐩𝐞𝐬𝐚𝐧 𝐮𝐭𝐚𝐦𝐚: 𝐰𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐥𝐢𝐧𝐠𝐤𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐚𝐝𝐢𝐥, 𝐬𝐞𝐡𝐚𝐭, 𝐝𝐚𝐧 𝐚𝐦𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan keberatan terhadap dampak polusi debu batu bara yang dinilai telah mengganggu kehidupan warga. Mereka juga mendesak PT IMIP menghentikan aktivitas yang dianggap berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat, termasuk aktivitas jetty.

𝑆𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑎𝑡𝑢 𝑝𝑒𝑠𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑝𝑎𝑚𝑝𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑎𝑘𝑠𝑖 𝑏𝑒𝑟𝑏𝑢𝑛𝑦𝑖 𝑡𝑒𝑔𝑎𝑠: “𝑀𝑒𝑤𝑢𝑗𝑢𝑑𝑘𝑎𝑛 𝑙𝑖𝑛𝑔𝑘𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑑𝑖𝑙, 𝑃𝑇 𝐼𝑀𝐼𝑃 𝑠𝑡𝑜𝑝 𝑐𝑖𝑝𝑡𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑜𝑙𝑢𝑠𝑖 𝑏𝑎𝑡𝑢 𝑏𝑎𝑟𝑎 𝑑𝑎𝑛 ℎ𝑒𝑛𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑗𝑒𝑡𝑡𝑦 𝑃𝑇 𝐼𝑀𝐼𝑃.”

Aksi ini disebut sebagai buntut dari gagalnya pertemuan antara warga dan pihak terkait sehari sebelumnya. Pertemuan yang berlangsung di kantor desa tersebut belum menghasilkan kesepakatan konkret mengenai tuntutan warga, khususnya terkait kompensasi atas dampak debu batu bara.

Koordinator aksi menyebut kebuntuan dalam proses dialog menjadi salah satu pemicu meningkatnya aksi protes masyarakat.

“𝙆𝙖𝙢𝙞 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙝𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙙𝙞𝙖𝙡𝙤𝙜, 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙧𝙞𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙖𝙩𝙖 𝙨𝙚𝙥𝙖𝙠𝙖𝙩. 𝙒𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙨𝙚𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙞𝙨𝙖𝙥 𝙙𝙚𝙗𝙪, 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙤𝙢𝙥𝙚𝙣𝙨𝙖𝙨𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙗𝙚𝙧𝙞𝙠𝙖𝙣. 𝙆𝙖𝙢𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙨𝙞 𝙗𝙚𝙨𝙤𝙠, 𝙥𝙞𝙝𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙝𝙖𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙚𝙧𝙝𝙖𝙩𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣𝙖𝙣 𝙬𝙖𝙧𝙜𝙖,” 𝙪𝙟𝙖𝙧 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙥𝙚𝙧𝙬𝙖𝙠𝙞𝙡𝙖𝙣 𝙬𝙖𝙧𝙜𝙖.

Warga menilai persoalan polusi udara bukan sekadar masalah kenyamanan, tetapi telah berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri.

Debu batu bara yang disebut warga menyebar ke permukiman menjadi salah satu persoalan utama yang mereka soroti. Masyarakat juga mempertanyakan bentuk perhatian, kompensasi, maupun bantuan kesehatan bagi warga yang merasa terdampak aktivitas industri.

Melalui aksi tersebut, ALAM meminta adanya langkah nyata dan solusi yang lebih konkret. Warga berharap persoalan lingkungan di Labota tidak berhenti pada pertemuan dan dialog, tetapi ditindaklanjuti dengan kebijakan yang memberikan perlindungan terhadap masyarakat.

Hingga aksi berlangsung, tuntutan warga berfokus pada penghentian aktivitas yang dinilai menimbulkan polusi, penanganan dampak debu batu bara, serta kejelasan mengenai kompensasi dan perhatian terhadap masyarakat terdampak.

Aksi ini sekaligus menjadi penanda bahwa persoalan lingkungan di sekitar kawasan industri masih membutuhkan ruang dialog yang lebih serius antara masyarakat dan pihak perusahaan agar tidak terus berkembang menjadi konflik terbuka. Sampai berita ini tayang belum ada keterangan resmi dari PT. IMIP.

Pos terkait