Vera Laruni di HUT ke-74 Donggala: PPPK Terselamatkan, Sekolah Terintegrasi Rp300 Miliar Disiapkan

DONGGALA (12/8) — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kabupaten Donggala menjadi momentum refleksi perjalanan pembangunan daerah sekaligus menyampaikan sejumlah capaian pemerintahan Vera Laruni-Taufik di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Perayaan HUT Kabupaten Donggala tahun ini dilaksanakan di ruang Kasiromu secara sederhana. Meski demikian, momentum tersebut diwarnai sejumlah kabar menggembirakan, salah satunya terkait keberlanjutan nasib sekitar 1.800 ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Bupati Donggala Vera Laruni menyampaikan, adanya tambahan anggaran dari pemerintah pusat membuat sekitar 1.800 ASN PPPK dapat terselamatkan hingga akhir tahun.

“Ini menjadi berita gembira bagi ASN PPPK. Sekitar 1.800 ASN PPPK terselamatkan sampai akhir tahun dengan adanya tambahan anggaran dari pemerintah pusat,” kata Vera.

Menurut Vera, kondisi tersebut menjadi salah satu bagian dari pencapaian pemerintahan Vera-Taufik dalam menjaga keberlangsungan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat di tengah keterbatasan anggaran.

Di sektor pembangunan fisik, Vera menyebut sejumlah infrastruktur di Kabupaten Donggala mulai teratasi meskipun daerah saat ini masih menghadapi kebijakan efisiensi. Pembangunan dan perbaikan jalan serta jembatan terus menjadi perhatian pemerintah daerah.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah wilayah Tonggolobibi yang nantinya akan mendapatkan jembatan yang lebih layak. Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat membuka akses masyarakat dan memperlancar aktivitas ekonomi.

Selain infrastruktur, tahun ini Kabupaten Donggala juga akan membangun Sekolah Terintegrasi dengan nilai pembangunan mencapai sekitar Rp300 miliar. Saat ini, Pemkab Donggala telah melakukan proses seleksi murid baru dan tenaga pengajar yang akan mengisi sekolah tersebut.

Vera Laruni pun mengajak masyarakat Donggala untuk memanfaatkan keberadaan Sekolah Terintegrasi dengan mendaftarkan anak-anak mereka. Menurutnya, program tersebut merupakan peluang untuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda Donggala.

Tidak hanya Sekolah Terintegrasi, pembangunan Sekolah Rakyat juga disebut akan segera dimulai di Kabupaten Donggala.

Di sektor pemberdayaan masyarakat pesisir, Donggala juga mendapat program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang tersebar di tujuh titik. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan sekaligus mendorong pengembangan kawasan pesisir.

Dalam momentum syukuran HUT ke-74 Kabupaten Donggala, Vera juga memperkenalkan batik tenun Randoo Nagaya yang mengangkat kekayaan dan identitas lokal Donggala.

Vera menceritakan, ide motif batik tersebut berawal ketika dirinya berada di Pantai Boneoge. Saat itu, seorang kepala dusun memperkenalkan kepadanya sebuah pohon yang disebut sebagai pohon Donggala.

“Suatu saat saya duduk di Pantai Boneoge, datang seorang kepala dusun. Saya bertanya, ini pohon apa namanya? Dia bilang, ini namanya pohon Donggala,” tutur Vera.

Ia kemudian mendapat informasi bahwa pohon Donggala memiliki berbagai manfaat bagi masyarakat. Dari pertemuan sederhana itu, muncul ide untuk menjadikan bentuk daun pohon Donggala sebagai inspirasi motif batik.

“Pulang saya langsung suruh buat desain daun pohon Donggala untuk dijadikan desain batik Randoo Nagaya,” ujarnya.

Menurut Vera, batik tersebut tidak hanya menjadi produk kerajinan, tetapi juga bagian dari upaya memperkenalkan identitas dan kekayaan lokal Kabupaten Donggala.

Pada kesempatan itu, Vera juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah agar memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Donggala, khususnya akses jalan di wilayah Balaesang Tanjung, Lowi hingga tembus Vatatu.

“Kami juga butuh tuntunan dan arahan dari pemerintah provinsi, dengan harapan kami Donggala bisa mendapat perhatian dari pemerintah provinsi. Terutama jalan kami, Balaesang Tanjung, Lowi sampai tembus Vatatu,” katanya.

Vera berharap perhatian terhadap pembangunan tidak hanya terfokus pada wilayah tertentu, tetapi juga menjangkau kawasan-kawasan yang selama ini membutuhkan peningkatan akses infrastruktur.

“Mudah-mudahan Pak Gubernur tidak ke arah sana terus, Bu, tapi ke arah sini juga,” ucapnya.

Mengakhiri momentum HUT ke-74 Kabupaten Donggala, Vera Laruni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan launching Call Center Donggala dan Batik Randoo Nagaya, sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelayanan publik sekaligus memperkenalkan produk berbasis budaya lokal.

Momentum HUT ke-74 ini pun diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan ulang tahun daerah, tetapi menjadi titik refleksi dan pijakan bersama untuk melanjutkan pembangunan Donggala agar semakin maju, mandiri, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Pos terkait