Opini: Warda Dg Mamala, Perempuan di Puncak Karier Politik

Opini: Warda Dg Mamala, Perempuan di Puncak Karier Politik

Oleh: Redaksi Briopini.com

Morowali Utara membutuhkan pemimpin yang tidak lagi sibuk mencari panggung, tetapi sudah selesai dengan dirinya sendiri.

Dalam politik, ada fase ketika seseorang mengejar jabatan, untuk membuktikan bahwa dirinya mampu. Namun ada pula fase ketika jabatan, justru menjadi alat untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Di titik inilah, nama Warda Dg Mamala, SE menarik untuk diperbincangkan.

Sebagai perempuan yang telah mencapai puncak karier politik di tingkat legislatif Kabupaten Morowali Utara, Warda Dg Mamala bukan lagi sosok yang asing dalam dinamika politik daerah. Pengalaman empat periode sebagai legislator, dan posisi sebagai Ketua DPRD Morowali Utara, ketua DPD II Partai Golkar Morut, memberinya ruang yang cukup untuk memahami denyut pemerintahan, aspirasi masyarakat, sekaligus berbagai persoalan pembangunan yang dihadapi daerah.

Politik pada akhirnya harus berbicara tentang kepedulian, keberpihakan dan keberanian mengambil keputusan. Bahkan tentang kemanusiaan dan sikap respek pada persoalan sosial dan keagamaan.

Dan kepedulian itulah yang menjadi modal penting seorang pemimpin.

Di tengah masyarakat, seorang politisi akan selalu diuji, bukan dari seberapa banyak baliho yang terpasang, tetapi dari seberapa jauh keberadaannya dirasakan, ketika masyarakat membutuhkan.

Kepedulian terhadap olahraga, kegiatan kepemudaan, sosial kemasyarakatan, pendidikan, kegiatan keagamaan, dan kemanusiaan, hingga berbagai agenda masyarakat merupakan bagian dari wajah politik yang dekat dengan rakyat.

Tentu, kepedulian saja tidak cukup untuk menjadi seorang kepala daerah. Seorang pemimpin membutuhkan kapasitas, integritas, kemampuan mengelola pemerintahan, visi pembangunan dan keberanian mengambil keputusan.

Namun, pengalaman politik yang panjang memberikan satu modal penting: pemahaman terhadap persoalan daerah dari dekat.

Politik harus mendukung, orang yang sudah selesai dengan dirinya

Ada satu prinsip yang menurut saya penting, dalam menentukan masa depan politik Morowali Utara. Politik seharusnya memberikan ruang, kepada sosok yang sudah selesai dengan dirinya sendiri.

Apa maksudnya?

Sosok yang sudah selesai dengan dirinya, tidak lagi menjadikan kekuasaan sebagai tujuan utama. Ia tidak lagi mengejar jabatan semata-mata untuk popularitas, gengsi, keuntungan pribadi atau pembuktian kepada orang lain.

Sebaliknya, jabatan dipandang sebagai amanah, dan instrumen untuk bekerja lebih besar bagi masyarakat.

Ketika seseorang sudah selesai dengan dirinya, ia akan lebih mudah mendengar kritik, menerima perbedaan, merangkul kelompok yang berbeda, dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Pemimpin yang mau tinggal di rumah jabatan, pemimpin yang membangun Morowali Utara, bukan membangun di Morowali Utara. Pemimpin yang sudah punya semuanya, sehingga tidak mengejar UMA (Uang MAso) tapi rela mengambil sikap UNGKE (Uang Keluar), untuk warga.

Karena itu, Pilkada Morowali Utara mendatang, seharusnya tidak hanya menjadi arena pertarungan siapa yang memiliki kendaraan politik paling besar.

Pilkada harus menjadi momentum, untuk memilih siapa yang paling siap mengabdikan dirinya untuk daerah.

Dari gedung DPRD menuju panggung Pilkada?

Warda Dg Mamala kini berada pada fase politik yang menarik.

Setelah melewati perjalanan sebagai legislator, hingga dipercaya memimpin lembaga DPRD Kabupaten Morowali Utara dan Partai Golkar Morut, pertanyaan berikutnya bukan lagi apakah ia mampu, berada di panggung politik.

Pertanyaannya adalah: Publik harus membuka mata, dan Warda Dg Mamala dibutuhkan menata Morut?

Menjadi legislator berarti memperjuangkan aspirasi, dan melakukan fungsi pengawasan serta penganggaran. Menjadi kepala daerah, berarti mengambil tanggung jawab yang jauh lebih besar: memastikan kebijakan benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat.

Jika selama ini Warda Dg Mamala berada di sisi legislatif yang mengawal pemerintahan, bukan sesuatu yang berlebihan, apabila publik mulai melihat kemungkinan dirinya mengambil peran yang lebih besar dalam pemerintahan daerah.

Sudah waktunya Warda Dg Mamala di perjuangkan sebagai salah satu kandidat potensial dalam Pilkada Morowali Utara mendatang.

Bukan karena ia seorang perempuan.
Bukan pula semata-mata, karena ia memiliki posisi politik.

Tetapi karena pengalaman, jejaring, rekam kepedulian dan kedekatannya dengan berbagai lapisan masyarakat patut diuji dalam kontestasi yang lebih besar.

Morowali Utara membutuhkan kepemimpinan yang dekat dengan rakyat. Morowali Utara adalah daerah dengan potensi besar, sekaligus persoalan yang kompleks.

Pertumbuhan ekonomi, investasi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, pertanian, perikanan, UMKM, pemuda dan pemerataan pembangunan membutuhkan pemimpin, yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi eksekusi persoalan masyarakat.

Dibutuhkan pemimpin yang mau turun, mendengar dan bekerja.

Pemimpin yang memahami bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan seremoni dan janji, tetapi membutuhkan kebijakan yang benar-benar menyelesaikan persoalan.

Karena itu, figur seperti Warda Dg Mamala, layak diberi ruang untuk diuji secara terbuka oleh masyarakat.

Jika memang maju, publik tentu berhak menilai kapasitasnya.

Partai politik juga memiliki kewajiban, untuk melakukan proses politik secara objektif.

Dan masyarakat memiliki hak untuk memilih berdasarkan rekam jejak, gagasan, integritas dan kemampuan, bukan semata-mata karena popularitas.

Pada akhirnya, politik bukan tentang siapa yang paling lama memegang jabatan. Politik adalah tentang siapa yang paling siap, menggunakan jabatan untuk kepentingan rakyat.

Jika Warda Dg Mamala telah sampai pada fase di mana dirinya tidak lagi membutuhkan jabatan, untuk membuktikan siapa dirinya, maka mungkin justru sekarang adalah waktunya untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar.

Dari memperjuangkan aspirasi di gedung DPRD, menuju mengambil keputusan langsung untuk masa depan Morowali Utara.

Pilkada mendatang akan menjadi ruang untuk menguji semuanya.

Dan jika politik memang harus memberikan kesempatan kepada sosok yang sudah selesai dengan dirinya sendiri, maka nama Warda Dg Mamala pantas berada dalam daftar urutan pertama.

Pos terkait