Om Ady, Sopir Ambulans Senior yang Dibayar dengan Cerita Kebaikan
Briopini.com- Pagi ini, Om Ady kembali menjalankan tugasnya. Menjemput jenazah di bandara, kemudian mengantarkannya dalam perjalanan menuju Tomata kecamatan Mori Atas, kabupaten Morowali Utara.
Bagi sebagian orang, mengemudikan ambulans mungkin hanya sebuah pekerjaan. Tetapi bagi Om Ady, ini seperti panggilan kemanusiaan yang tidak mengenal jam kerja.
Om Ady adalah orang Kaili asli, sopir utama Relawan Ambulans Doktor Mardiman Sane (MDS). Usianya sudah tidak muda lagi. Namun ketika urusan kemanusiaan datang, usia seolah bukan alasan untuk mengatakan tidak.
Pernah suatu malam, ada jenazah korban tenggelam yang harus dibawa menuju Moutong. Dari Palu tidak ada keluarga yang ikut. Perjalanan jauh, malam hari, tetapi Om Ady tetap berangkat seorang diri.
Ada pula cerita yang sampai hari ini sulit saya lupakan.
Malam takbiran. Om Ady seorang Muslim. Saat itu saya sebenarnya tidak enak hati untuk menelepon. Tetapi tidak ada yang bisa menangani. Ketika saya menyampaikan bahwa ada orang meninggal dan membutuhkan bantuan ambulans, Om Ady memilih meninggalkan momen berkumpul bersama keluarganya.
Ia berangkat.
Di saat orang lain menikmati malam takbiran bersama keluarga, Om Ady justru berada di jalan, menemani sebuah duka yang bahkan bukan keluarganya.
Mungkin tidak banyak orang tahu berapa banyak perjalanan yang sudah ia lalui. Berapa banyak keluarga berduka yang pernah ia temui. Berapa banyak jenazah yang ia antar tanpa pernah berharap mendapatkan balasan yang berlebihan. Tubuh yang mulai termakan usia itu selalu tersenyum bila ada segelas kopi didepannya.
Om Ady adalah pekerja kemanusiaan.
Ia mungkin tidak dibayar mahal oleh pekerjaannya. Tetapi saya percaya, ada sesuatu yang jauh lebih mahal yang ia dapatkan: cerita tentang kebaikan yang akan terus hidup, dari satu orang ke orang lainnya.
Sebab dalam dunia kemanusiaan, tidak semua kebaikan dibayar dengan uang.
Ada yang dibayar dengan doa keluarga yang ditinggalkan. Ada yang dibayar dengan rasa terima kasih. Dan ada pula yang mungkin baru dibayar oleh Tuhan dengan cara yang tidak pernah kita tahu.
Untuk Om Ady, sopir ambulans senior yang selalu siap ketika kemanusiaan memanggil:
Semoga selalu diberikan kesehatan, kekuatan, keselamatan dalam setiap perjalanan, dan umur panjang untuk terus menjadi bagian dari kebaikan.
Karena jalan yang Om Ady tempuh bukan sekadar jalan raya.
Di balik kemudi ambulans itu, ada kemanusiaan yang sedang diperjuangkan. Orang-orang seperti Om Ady mungkin tidak mendapat gaji, tidak mendapatkan piagam, tidak ada panggung untuk menceritakan hal yang sudah dibuat. Tapi selalu ada dalam doa setiap keluarga yang telah dibantu.




