Suyudi menyampaikan hal tersebut seusai pelantikan di Istana Negara. Dia mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah konsolidasi internal sekaligus memetakan persoalan yang perlu segera ditangani.
“Dan tentunya kami akan mengedepankan upaya-upaya peningkatan pelayanan publik, kemudian juga penegakan hukum yang adil, dan juga kami berupaya untuk bisa lebih dekat kepada masyarakat sesuai dengan apa yang menjadi program kerja kami yaitu polisi bersama masyarakat,” ujar Suyudi.
Menurut Suyudi, polisi harus hadir di tengah masyarakat dan mampu merespons kebutuhan warga dengan cepat. Hal itu dinilai penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).
“Memang sejatinya polisi harus selalu dekat dengan masyarakat, harus berada di tengah-tengah masyarakat dan juga dapat memberikan jawaban kepada masyarakat secara cepat dalam kerangka Harkamtibmas,” katanya.
Suyudi mengatakan, konsolidasi internal akan menjadi bagian dari langkah awal untuk menentukan prioritas kerja Polri. Pemetaan masalah atau belanja masalah akan dilakukan untuk mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan penanganan.
“Kita akan melihat, kita akan mencoba belanja masalah dan juga akan melakukan langkah-langkah yang kami anggap penting ya menjadi prioritas kami,” ujarnya.
Di sisi lain, Suyudi memastikan sejumlah program yang telah dijalankan pada kepemimpinan sebelumnya akan tetap menjadi bahan evaluasi. Program yang masih relevan akan dilanjutkan, sedangkan hal-hal yang membutuhkan perbaikan akan menjadi perhatian.
Arah kebijakan tersebut, lanjutnya, akan mengacu pada grand strategy dan peta jalan (roadmap) Polri, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Komitmen Polri untuk memperkuat pelayanan publik, menegakkan hukum secara adil, dan membangun kedekatan dengan masyarakat menjadi poin utama yang disampaikan Suyudi pada awal kepemimpinannya sebagai Kapolri.




