Anak Tak Bertambah Tinggi Setahun? Kenali Gejala Gangguan Hormon Pertumbuhan

Pertumbuhan anak berlangsung bertahap. Karena itu, mencatat tinggi badan secara berkala jauh lebih informatif daripada hanya membandingkan anak dengan teman sekelasnya.
Pertumbuhan anak berlangsung bertahap. Karena itu, mencatat tinggi badan secara berkala jauh lebih informatif daripada hanya membandingkan anak dengan teman sekelasnya.

BRIOPINI.COM – Pertumbuhan anak tidak hanya dilihat dari berat badan. Tinggi badan yang tidak bertambah atau bertambah sangat lambat dalam waktu lama juga perlu diperhatikan orang tua.

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah defisiensi hormon pertumbuhan atau growth hormone deficiency (GHD). Namun, anak yang bertubuh pendek tidak otomatis mengalami gangguan hormon pertumbuhan. Ada banyak penyebab lain, mulai dari faktor genetik, keterlambatan pertumbuhan dan pubertas, kekurangan nutrisi hingga penyakit kronis. 

Pertumbuhan melambat bisa menjadi tanda awal

Dalam artikel ilmiah Early recognition of growth abnormalities permitting early intervention yang dipublikasikan di International Journal of Pediatric Endocrinology, tinggi dan berat badan disebut sebagai indikator penting kesehatan anak.

Yang perlu diperhatikan bukan sekadar apakah anak lebih pendek dibanding teman sebayanya, tetapi seberapa cepat ia bertambah tinggi dari waktu ke waktu.

Anak yang pertumbuhannya normal cenderung mengikuti pola tertentu pada kurva pertumbuhan. Sebaliknya, perlambatan pertumbuhan dapat terlihat ketika tinggi badan mulai turun melewati beberapa garis persentil pada kurva pertumbuhan. 

Salah satu patokan yang disebut dalam literatur adalah kecepatan pertumbuhan kurang dari sekitar 5 cm per tahun setelah usia 5 tahun. Penurunan posisi tinggi badan hingga melewati dua atau lebih garis persentil juga menjadi tanda yang perlu dievaluasi. 

Artinya, bila selama satu tahun tinggi anak nyaris tidak berubah, orang tua sebaiknya tidak hanya menunggu sampai anak bertambah besar.

Seperti apa gejala kekurangan hormon pertumbuhan?

Pada anak dengan GHD, ciri yang paling menonjol biasanya adalah pertumbuhan tinggi badan yang lambat.

Literatur medis menggambarkan anak dengan defisiensi hormon pertumbuhan sebagai anak yang mengalami pertumbuhan lambat atau hampir mendatar pada kurva pertumbuhan. Kondisi tersebut dapat mulai terlihat sejak usia 2–3 tahun, meskipun waktu munculnya gejala bisa berbeda pada setiap anak.

Beberapa tanda yang dapat menjadi perhatian antara lain:

  • tinggi badan jauh lebih pendek dibanding anak seusianya;
  • pertambahan tinggi badan sangat lambat;
  • posisi tinggi badan terus turun pada kurva pertumbuhan;
  • usia tulang lebih muda dibanding usia sebenarnya;
  • pada sebagian anak, berat badan tetap normal atau justru relatif meningkat dibanding tinggi badannya;
  • perkembangan pubertas dapat terlambat. 

Pada kondisi GHD tertentu, terutama yang sudah ada sejak bayi, dapat ditemukan tanda lain seperti keterlambatan tumbuh gigi, tampilan wajah yang tampak lebih muda, atau penumpukan lemak di bagian tubuh tertentu. Tetapi tanda-tanda tersebut tidak cukup untuk memastikan diagnosis.

Pendek bukan berarti kekurangan hormon pertumbuhan

Ini yang penting.

Sebagian anak memang memiliki tubuh lebih pendek karena faktor keluarga. Ada pula anak yang mengalami constitutional delay of growth and puberty, yaitu pola pertumbuhan dan pubertas yang berlangsung lebih lambat tetapi pada akhirnya dapat mencapai tinggi dewasa yang normal.

Selain itu, perlambatan pertumbuhan dapat berkaitan dengan kekurangan nutrisi, penyakit kronis, gangguan tiroid, kelainan genetik maupun masalah pada tulang.

Karena itu, tinggi badan saja tidak cukup untuk mendiagnosis gangguan hormon pertumbuhan.

Bagaimana dokter memeriksanya?

Dokter biasanya melihat riwayat pertumbuhan anak secara menyeluruh, termasuk catatan tinggi dan berat badan dari waktu ke waktu, riwayat keluarga, pemeriksaan fisik dan pola pertumbuhan.

Jika terdapat kecurigaan GHD, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan IGF-1 dan IGFBP-3, penilaian usia tulang melalui pemeriksaan radiologi, serta pemeriksaan stimulasi hormon pertumbuhan. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan pemeriksaan MRI untuk melihat area hipofisis dan hipotalamus. 

Pemeriksaan hormon pertumbuhan juga bukan pemeriksaan yang sebaiknya dilakukan sendiri tanpa indikasi. Diagnosis GHD membutuhkan penilaian gabungan antara pola pertumbuhan, pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang.

Jangan menunggu anak “nanti juga tinggi”

Pertumbuhan anak berlangsung bertahap. Karena itu, mencatat tinggi badan secara berkala jauh lebih informatif daripada hanya membandingkan anak dengan teman sekelasnya.

Jika tinggi badan anak tidak bertambah secara bermakna selama sekitar satu tahun, pertumbuhannya semakin melambat, atau posisinya terus turun pada kurva pertumbuhan, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter anak—terutama dokter anak konsultan endokrinologi—untuk mengetahui penyebabnya.

Semakin dini gangguan pertumbuhan dikenali, semakin cepat penyebabnya dapat dicari dan ditangani bila memang terdapat kondisi medis yang mendasarinya. 

Catatan: Artikel ini bersifat edukasi dan tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis defisiensi hormon pertumbuhan. Anak bertubuh pendek atau mengalami pertumbuhan lambat perlu dinilai berdasarkan usia, jenis kelamin, pola pertumbuhan, tinggi orang tua dan kondisi kesehatannya secara keseluruhan.