PT SJA2 Bersama TNI-Polri dan Warga Padamkan Kebakaran Lahan di Poso

POSO- PT Sawit Jaya Abadi (PT SJA2) mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk membantu pemadaman kebakaran lahan kosong di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (12/9) tersebut menghanguskan sekitar 14 hektare lahan.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 16.40 WITA setelah Babinsa Koramil 1307-11/Pasir Putih, Serda Mukrim, menerima informasi dari masyarakat mengenai munculnya titik api di lahan kosong Desa Pasir Putih. Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada Danramil untuk selanjutnya dilakukan pengecekan ke lokasi.

Personel TNI, Polri, Brimob, serta masyarakat kemudian melakukan upaya pemadaman secara manual menggunakan pompa punggung karena kondisi medan yang berupa semak belukar menyulitkan kendaraan pemadam untuk mendekati titik api.

Sekitar pukul 17.00 WITA, satu unit mobil damkar Kecamatan Pamona Selatan tiba di lokasi. Namun, kondisi medan dan angin yang bertiup kencang membuat proses pemadaman menjadi sulit karena titik api tidak dapat dijangkau kendaraan.

Situasi tersebut kemudian mendapat dukungan tambahan. Sekitar pukul 00.00 WITA, satu unit mobil damkar dari Kabupaten Poso dan satu unit mobil damkar dari PT SJA2 tiba di lokasi untuk membantu proses pemadaman.

Danramil Pendolo Lettu Inf. Yafet Yadi Lolo mengatakan kehadiran unit damkar PT SJA2 sangat membantu proses pemadaman, terutama karena keterbatasan armada pemadam di lapangan. Selain mempercepat pemadaman, unit tersebut juga membantu mengantisipasi munculnya kembali titik api setelah kebakaran berhasil dikendalikan.

“Sangat membantu sekali, karena keterbatasan mobil damkar. Dengan adanya unit damkar dari PT SJA2 ini, sangat membantu untuk pemadaman api dan siaga api pascakejadian. Kalau ada titik api yang baru atau menyala lagi, bisa cepat diantisipasi untuk dipadamkan,” ujar Yafet.

Menurutnya, penggunaan mobil damkar memiliki daya jangkau dan kemampuan pemadaman yang lebih besar dibandingkan peralatan manual seperti pompa punggung. Hal tersebut dinilai penting untuk menghambat penyebaran api agar tidak meluas ke lingkungan maupun permukiman masyarakat.

Hal senada disampaikan Kapolsek Pendolo IPTU Octavianus Batara, SH. Ia mengatakan bantuan unit pemadam dari PT SJA2 membantu personel gabungan menangani dua titik api yang muncul pada saat proses pemadaman berlangsung.

“Tadi malam dengan adanya bantuan dari SJA, pemadam SJA itu, kami kewalahan di awal-awal karena baru ada satu pemadam. Setelah ada SJA, kami arahkan karena ada dua titik yang muncul. Dengan adanya pemadam SJA, pemadaman bisa terbagi. Jadi sangat membantu,” kata Octavianus.

Manajemen PT SJA2 melalui Erikson N. Situmorang mengatakan bantuan pemadaman tersebut merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Menurutnya, perusahaan berupaya mendukung upaya penanganan kebakaran bersama aparat dan masyarakat ketika terjadi kondisi darurat di sekitar wilayah perusahaan.

“Kami berupaya membantu sesuai kemampuan yang kami miliki, termasuk mengerahkan unit pemadam untuk mendukung upaya pemadaman bersama TNI, Polri, dan masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, koordinasi dan respons cepat menjadi penting agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujar Erikson.

Setelah melalui proses pemadaman secara bersama-sama, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.45 WITA. Personel gabungan kemudian melakukan pengecekan dan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Dalam penanganan tersebut, personel yang terlibat terdiri atas 11 personel Koramil 11 Pendolo, sembilan personel Kompi 714/SM, 18 personel Polsek Pendolo, delapan personel Brimob, serta sekitar 100 masyarakat.

Adapun peralatan yang digunakan meliputi dua unit mobil damkar Kabupaten Poso, satu unit mobil pemadam PT SJA2, 35 unit pompa punggung, dan empat unit pompa alkon.

Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 14 hektare.

Pasca-pemadaman, personel gabungan masih melakukan siaga dan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api dari sisa bara kebakaran.

Pos terkait