MORUT – Setelah hampir lima bulan menunggu, Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Morowali Utara akhirnya mulai dibayarkan. Namun, pembayaran yang dilakukan baru mencakup TPP bulan Maret 2026, sehingga masih terdapat empat bulan TPP yang belum diterima para ASN.
Informasi pencairan tersebut disampaikan kepada para ASN melalui pesan yang beredar pada Selasa malam.
“Selamat malam Bapak/Ibu ASN (PNS). Mohon maaf mengganggu waktu istirahatnya. Info, TPP Maret 2026 sudah saya proses. Dipersilakan untuk masing-masing cek,” demikian isi pemberitahuan yang diterima para ASN.
Meski bersyukur karena penantian panjang mulai menunjukkan titik terang, rasa lega itu belum sepenuhnya menghapus kegelisahan.
Pasalnya, hak mereka untuk empat bulan berikutnya masih belum terbayarkan. Yang masuk 1 bulan hanya lewat terpotong sejumlah angsuran.
“TPP hanya terbayar satu bulan. Hanya lewat karna angsuran. Jadi masih ada empat bulan lagi yang belum terbayar,” ungkap salah seorang ASN, Rabu (29/7/2026).
Kondisi keuangan daerah yang belum sepenuhnya pulih akibat kebijakan efisiensi disebut menjadi salah satu faktor yang berdampak pada keterlambatan pembayaran TPP.
Di balik angka-angka anggaran, ada kisah para ASN yang harus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga. Bulan Juli menjadi masa yang berat bagi sebagian pegawai karena bertepatan dengan tahun ajaran baru, saat banyak anak mereka memasuki bangku kuliah dan membutuhkan biaya pendaftaran, uang kuliah, tempat tinggal, hingga perlengkapan pendidikan.
Tidak sedikit ASN yang mengaku harus meminjam uang kepada keluarga, koperasi, maupun lembaga keuangan agar anak-anak mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan. Sebagian lainnya terpaksa menunda berbagai kebutuhan rumah tangga demi mempertahankan keberlangsungan pendidikan putra-putri mereka.
Para ASN kini berharap pemerintah daerah dapat segera menuntaskan pembayaran sisa TPP yang masih tertunda, sehingga beban ekonomi yang mereka rasakan selama beberapa bulan terakhir dapat sedikit berkurang.
Kabupaten yang terkenal dengan kekayaan alam terutama sektor pertambangan ini, tengah berada di masa-masa sulit yang berkepanjangan




