Netizen, Emosi, dan Keadilan yang Berganti Arah

OPINI- Netizen, Emosi, dan Keadilan yang Berganti Arah

Di Indonesia, kebenaran sering kali kalah cepat dibandingkan emosi. Sebuah peristiwa belum selesai diselidiki, tetapi media sosial sudah lebih dulu menjatuhkan vonis. Yang paling pandai memainkan simpati, dialah yang menang di ruang publik.

Jika hari ini seorang terduga pencuri menjadi musuh bersama karena korbannya meninggal dunia. Akun media sosialnya diburu, keluarganya diseret ke ruang publik, masa lalunya dikuliti habis-habisan. Tidak ada lagi asas praduga tak bersalah. Yang ada hanyalah pengadilan netizen.

Besok, ketika seorang terduga pencuri tewas akibat amuk massa, arah angin berubah. Simpati mengalir deras kepada pelaku.

Warga yang menghakimi dicaci, pemilik kendaraan disalahkan, bahkan pelaku digambarkan seolah hanya korban keadaan. Dalam hitungan jam, peran korban dan pelaku seakan bertukar di mata publik.

Ironisnya, banyak orang tidak sedang mencari kebenaran. Mereka hanya mencari alasan untuk meluapkan emosi.

Yang lebih menyedihkan, sebagian media justru ikut menari mengikuti irama algoritma. Judul dibuat semakin dramatis, sudut pandang disesuaikan dengan opini yang sedang viral, bukan dengan fakta yang utuh. Edukasi dikalahkan oleh klik, keberimbangan dikorbankan demi angka pembaca.

Padahal media lahir bukan untuk menjadi pengeras suara emosi publik. Media seharusnya menjadi penyeimbang, menyajikan fakta secara utuh, mengingatkan masyarakat agar tidak menghakimi sebelum proses hukum selesai.

Kita boleh marah kepada pencuri. Kita juga wajib menolak aksi main hakim sendiri. Dua hal itu bisa berjalan bersamaan. Menentang pencurian bukan berarti membenarkan pembunuhan, dan mengecam pembunuhan bukan berarti membenarkan pencurian.

Jika setiap peristiwa hanya dilihat berdasarkan siapa yang paling berhasil mengundang simpati, maka yang sedang kita bangun bukan budaya keadilan, melainkan budaya emosional. Dan ketika emosi menjadi hakim, fakta akan selalu menjadi pihak yang pertama dikorbankan.

Pos terkait