Pendapatan BLUD Besar, Sisi Kemanusiaan Kecil
Briopini.com- Rumah sakit yang berstatus BLUD diberikan fleksibilitas dalam mengelola pendapatannya. Pendapatan dari jasa layanan, kerja sama, hibah, hingga sumber pendapatan sah lainnya dapat dikelola untuk mendukung operasional dan peningkatan pelayanan masyarakat.
Karena itu, ketika pendapatan rumah sakit terus bergerak dalam angka besar, pertanyaan yang patut disampaikan bukan hanya berapa yang diperoleh, tetapi seberapa besar manfaatnya kembali kepada masyarakat.
Salah satunya melalui layanan ambulans. Ambulans memang membutuhkan biaya operasional. Tetapi bagi keluarga yang sedang menghadapi sakit, kondisi darurat, atau bahkan kehilangan anggota keluarga, biaya ambulans bisa menjadi beban yang sangat berat.
Di sinilah semestinya fleksibilitas BLUD digunakan dengan pendekatan yang lebih manusiawi. Bukan berarti seluruh layanan harus gratis tanpa perhitungan, tetapi rumah sakit dapat membuat skema ambulans gratis, subsidi, atau pembebasan biaya bagi masyarakat miskin dan kebutuhan kemanusiaan tertentu.
Bahkan dalam kebijakan tarif layanan rumah sakit pemerintah, terdapat ruang untuk tarif hingga Rp0 pada kondisi dan kelompok tertentu, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Rumah sakit boleh menghitung biaya, tetapi pelayanan publik juga harus menghitung rasa kemanusiaan.
Sebab, ketika masyarakat sudah memberikan kepercayaan dan menjadi sumber pendapatan rumah sakit, sudah sepatutnya sebagian manfaat itu kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan, yang meringankan, terutama ketika mereka sedang berada dalam kondisi paling sulit.




