Jakarta – Inul Daratista tengah menghadapi masa sulit dalam menjalankan bisnis kulinernya. Restoran miliknya belum mampu menghasilkan keuntungan maksimal. Namun, Inul mengaku tak tega menutup usaha dan merumahkan para karyawannya.
Keputusan itu sempat terlintas di benak Inul. Ia bahkan mengaku sempat mempertimbangkan untuk menutup salah satu restoran karena bisnis tersebut belum juga memberikan profit.
“Enggak, enggak tega aku. Jadi kemarin tuh sempat, ‘Aduh, tutup enggak ya?’ Karena ini kayaknya masih belum bisa profit,” ujar Inul saat ditemui di kawasan Central Park, Jakarta Barat, Jumat (11/9/2026).
Namun, niat tersebut urung dilakukan setelah Inul mendengar kegelisahan para karyawan.
Salah seorang karyawan bahkan sempat bertanya kepada Inul mengenai nasib mereka jika restoran tersebut benar-benar ditutup.
“Bu, kalau tutup kita mau ke mana, Bu?” kata Inul menirukan ucapan karyawannya.
Ucapan tersebut membuat Inul kembali berpikir. Bersama partner bisnisnya, dia memilih mencari jalan keluar agar restoran tetap berjalan sekaligus mempertahankan para pekerja.
Salah satu strategi yang dipertimbangkan adalah mengubah konsep dan melakukan rebranding agar konsumen kembali penasaran dan datang ke restoran.
“Jadi aku muter otak gimana caranya? Dibikin kayak begini aja, beda nama, kita bikin branding lagi supaya orang penasaran,” tuturnya.
Tak Masalah Nombok
Bagi Inul, menjalankan bisnis tidak melulu soal mengejar keuntungan. Menurutnya, seorang pengusaha juga harus siap menghadapi masa sulit, termasuk ketika harus mengeluarkan uang lebih banyak daripada pemasukan.
“Lho, kalau ngomongin ngedepanin profit, ya enggak mungkin jadi pengusaha. Dalam bisnis itu, orang kalau mau buka bisnis harus berani rugi, harus berani bakar duit dan harus berani nombok,” kata Inul.
Menurutnya, keberanian menghadapi risiko menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha.
“Kalau sudah berani kayak begitu, artinya sudah berani fight,” sambungnya.
Inul sendiri telah menjalankan bisnis selama sekitar 21 tahun. Selain bisnis kuliner, dia juga memiliki jaringan karaoke keluarga Inul Vizta yang telah mempekerjakan ribuan orang.
“Alhamdulillah kalau Inul Vizta juga masih berjaya sampai hari ini. Sudah banyak karyawannya juga, sudah ribuan. Aku juga enggak mungkin harus layoff, harus berhentiin,” ujarnya.
Di sisi lain, Inul mengakui sejumlah bisnis restorannya memang masih dalam tahap berkembang. Ia menyebut ada beberapa restoran dengan nama berbeda yang kondisinya masih merangkak.
“Yang di sini restorannya ada empat, ada lima tapi namanya beda. Namanya Vibes Lounge juga, itu juga sekarang masih baru merangkak. Pasti rugi kalau ngomongin rugi, pasti,” pungkas Inul.




