PALU — Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Tengah, Sitti Asma Ul Husnasyah, secara resmi melepas Kafilah Sulawesi Tengah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026.
Prosesi pelepasan berlangsung di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat (21/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sitti Asma membacakan pesan tertulis Gubernur Sulawesi Tengah yang berisi penghargaan dan dukungan penuh kepada seluruh anggota kafilah yang akan membawa nama daerah pada ajang nasional tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, kami menyampaikan penghargaan dan dukungan penuh kepada Kafilah Sulawesi Tengah yang akan berlaga pada MTQ KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026. Saudara-saudari adalah duta yang membawa nama baik sekaligus wajah Sulawesi Tengah,” demikian pesan Gubernur.
Gubernur juga berpesan agar keikutsertaan dalam MTQ KORPRI tidak hanya dimaknai sebagai ajang perlombaan, tetapi menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus belajar dari daerah lain dalam membangun aparatur sipil negara (ASN) yang religius dan profesional melalui nilai-nilai Al-Qur’an.
Menurutnya, keikutsertaan Kafilah Sulawesi Tengah pada MTQ KORPRI Nasional memiliki keterkaitan erat dengan salah satu pilar Program BERANI Berkah, yakni Sulteng Mengaji.
Program tersebut diarahkan untuk membangun masyarakat yang mencintai Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter aparatur yang berintegritas.
“MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi momentum untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan dan pengabdian ASN. Hal ini sejalan dengan Program BERANI Berkah melalui Sulteng Mengaji yang bertujuan melahirkan masyarakat dan aparatur yang berakhlak mulia,” lanjutnya.
Gubernur juga mengaitkan nilai tartil dalam membaca Al-Qur’an dengan etos kerja aparatur sipil negara. Ketelitian dalam menjaga hukum bacaan dan artikulasi huruf, menurutnya, harus menjadi karakter yang melekat dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Prinsip tartil mengajarkan ketelitian, kecermatan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai itulah yang harus terserap ke dalam diri setiap ASN, sehingga mereka menjadi pribadi yang amanah dalam mengemban jabatan, mengelola anggaran dengan cermat, adil dalam menyusun kebijakan, serta ikhlas melayani masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Gubernur berharap nilai-nilai Al-Qur’an mampu membentuk ASN yang tidak hanya mahir membaca kitab suci, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.
“Pada akhirnya, ASN bukan hanya pandai membaca Al-Qur’an, tapi juga pandai membaca kebutuhan masyarakat. Inilah yang kami harapkan dapat melahirkan ASN BerAKHLAK, yaitu aparatur yang berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif,” ungkapnya.
Menutup pesannya, Gubernur memberikan motivasi kepada seluruh anggota kafilah agar tampil percaya diri dan mengerahkan kemampuan terbaik demi mengharumkan nama Sulawesi Tengah.
“Jagalah kesehatan, kekompakan, dan semangat kebersamaan. Berangkatlah dengan penuh percaya diri, jangan pernah merasa kecil di hadapan siapa pun. Kerahkan kemampuan terbaik, raih prestasi, dan pulanglah membawa kebanggaan serta inspirasi bagi Sulawesi Tengah,” pesannya.
Keikutsertaan Kafilah Sulawesi Tengah pada MTQ KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menjadi media memperkuat karakter ASN yang profesional, religius, dan berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sumber: PPID Pelaksana BKD Provinsi Sulawesi Tengah




