Briopini – Tangis pecah menyambut kepulangan jenazah Supriadi (31) di kampung halamannya, Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (6/8). Ratusan pelayat memadati rumah duka hingga mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Suasana haru begitu terasa. Isak tangis keluarga, kerabat, dan tetangga mengiringi jenazah Supriadi yang selama ini dikenal sebagai sosok pekerja keras. Baru sekitar lima bulan ia merantau ke Morowali Utara, untuk bekerja di bagian Jetty PT Usaha Kita Kinerja Utama (PT UKK), dengan satu harapan sederhana: memberikan kehidupan yang lebih baik bagi istri dan buah hatinya, yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak.
Namun, takdir berkata lain. Perjuangan Supriadi sebagai tulang punggung keluarga harus terhenti setelah musibah yang terjadi di kawasan Jetty Desa Ganda-Ganda, Morowali Utara. Ia pulang ke kampung halaman, bukan dengan senyum dan cerita keberhasilan, melainkan dalam balutan kain kafan, meninggalkan duka yang begitu dalam bagi keluarga yang dicintainya.
Kedatangannya yang disambut ratusan pelayat menjadi bukti, bahwa Supriadi adalah pribadi yang baik dan dicintai banyak orang. Doa-doa terus mengalir mengiringi kepergiannya, sementara istri dan anaknya kini hanya bisa menyimpan kenangan tentang sosok ayah yang rela merantau, demi masa depan keluarga.
Kini, cerita perjuangan Supriadi telah usai. Mimpi seorang ayah untuk membahagiakan keluarganya harus terhenti di Jetty PT UKK. Yang tersisa hanyalah kenangan, doa, dan harapan, agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.




