Wajah Kota Kolonodale Saat Dipimpin Seorang Dokter

Oplus_131072

MOROWALI UTARA – Kolonodale sebagai ibu kota Kabupaten Morowali Utara masih dihadapkan pada persoalan sampah yang hingga kini belum menunjukkan penyelesaian yang optimal. Tumpukan sampah yang terlihat di sejumlah titik, termasuk di kawasan Pasar Sentral Kolonodale, menjadi pemandangan yang memprihatinkan dan mencoreng wajah ibu kota kabupaten.

Persoalan ini terjadi di tengah dua periode kepemimpinan Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi bersama Wakil Bupati Djira K, yang dinilai belum berhasil mengatasi permasalahan sampah di Kota Kolonodale. Hingga saat ini, belum terlihat terobosan signifikan dari pemerintah daerah yang mampu memberikan jaminan penyelesaian sistem pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Di balik berbagai keterbatasan pemerintah dalam menangani persoalan tersebut, rendahnya kesadaran masyarakat masih menjadi salah satu faktor utama. Masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan, baik di tepi jalan, kawasan pasar, permukiman, hingga pesisir pantai. Bahkan, kebiasaan menjadikan laut sebagai tempat pembuangan sampah masih ditemukan di sejumlah lokasi.

Kondisi ini tidak hanya merusak keindahan kota, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, mencemari lingkungan, merusak ekosistem laut, serta berpotensi menyebabkan banjir akibat saluran air yang tersumbat.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menjadi sorotan. Kabupaten Morowali Utara saat ini dipimpin oleh seorang dokter yang menjabat sebagai kepala daerah dan mengusung visi Sehat, Cerdas, dan Sejahtera (SCS). Dengan latar belakang profesi di bidang kesehatan, publik tentu menaruh harapan besar agar pendekatan yang diambil lebih menitikberatkan pada aspek kesehatan lingkungan dan pencegahan penyakit, termasuk dalam penanganan sampah sebagai isu dasar kesehatan masyarakat.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Tumpukan sampah yang masih mudah dijumpai di berbagai sudut kota menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengelolaan sampah, mulai dari penyediaan fasilitas, pengangkutan, hingga edukasi kepada masyarakat. Hingga kini, belum ada terobosan pemerintah yang benar-benar mampu menjamin penyelesaian menyeluruh terhadap persoalan tersebut.

Persoalan sampah sejatinya tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah maupun masyarakat semata. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak agar Kolonodale benar-benar menjadi kota yang bersih, sehat, dan nyaman. Pemerintah perlu memperkuat sistem pengelolaan sampah, sementara masyarakat harus membangun budaya disiplin dengan membuang sampah pada tempatnya serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Tanpa perubahan perilaku masyarakat yang dibarengi dengan kebijakan dan pengelolaan yang efektif dari pemerintah, persoalan sampah dikhawatirkan akan terus menjadi wajah yang melekat pada ibu kota Kabupaten Morowali Utara.

Pos terkait