MOROWALI UTARA – Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih dua hari, Supriadi (31), karyawan PT Usaha Kita Kinerja Utama (PT UKK) yang diduga terjatuh dari tongkang di Pelabuhan Jetty Desa Ganda-Ganda, Kabupaten Morowali Utara, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (5/8).
Korban ditemukan sekitar pukul 11.30 WITA oleh tim penyelam BASARNAS. Jenazah ditemukan sekitar 20 meter dari titik awal korban diduga terjatuh ke laut.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali Utara, Ornan Balirante, S.H., membenarkan penemuan tersebut.
“Korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh tim penyelam BASARNAS. Lokasi penemuan sekitar kurang lebih 20 meter dari titik korban diduga terjatuh,” ujar Ornan kepada media ini, Rabu (5/8).
Peristiwa korban diduga terjatuh terjadi pada Selasa (4/8) pagi saat korban sedang menjalankan aktivitas kerja di atas tongkang yang bersandar di kawasan Pelabuhan Jetty Desa Ganda-Ganda. Dalam kondisi yang masih diselidiki, korban diduga terjatuh ke laut hingga akhirnya dinyatakan hilang.
Mengetahui kejadian tersebut, rekan-rekan kerja korban segera melaporkan insiden itu kepada pihak perusahaan dan instansi terkait.
Tim SAR gabungan kemudian dikerahkan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Operasi pencarian melibatkan BASARNAS, BPBD Morowali Utara, TNI, Polri, pihak PT UKK, serta masyarakat. Tim melakukan penyisiran di permukaan perairan menggunakan perahu karet, sementara penyelam BASARNAS diturunkan untuk menyisir dasar laut di sekitar lokasi korban diduga jatuh.
Pada hari kedua pencarian, sekitar pukul 11.30 WITA, tim penyelam BASARNAS berhasil menemukan korban di dasar perairan sekitar 20 meter dari titik awal kejadian. Setelah dipastikan, korban kemudian dievakuasi secara hati-hati ke permukaan menggunakan peralatan penyelamatan.
Puluhan personel tim gabungan bersama karyawan PT UKK membantu proses pengangkatan jenazah menuju kendaraan yang telah disiagakan di lokasi. Suasana duka menyelimuti proses evakuasi ketika rekan-rekan kerja menyaksikan jenazah dibawa untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan penyelamatan resmi dinyatakan selesai. Seluruh personel SAR gabungan kemudian melakukan penutupan operasi setelah memastikan seluruh prosedur evakuasi berjalan dengan aman.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terkait pentingnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan operasional perusahaan, khususnya pada aktivitas yang memiliki risiko tinggi di wilayah perairan.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Sementara itu, pihak PT Usaha Kita Kinerja Utama (PT UKK) belum memberikan keterangan resmi terkait kecelakaan kerja yang mengakibatkan meninggalnya salah seorang karyawannya.




